BORNEONEWS, Palangka Raya – Penerapan Protokol kesehatan dinilai sebagai langkah paling optimal dalam mencegah dan menekan potensi penyebaran virus severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2).
Protokol kesehatan perlu menjadi kebiasaan dan diterapkan dimanapun, termasuk juga saat beribadah di bulan Ramadan, baik tarawih, iktikaf maupun kegiatan ibadah lainnya.
Penyemprotan disinfektan menjadi salah satu langkah penting untuk membunuh virus dan bakteri yang kemungkinan bersemayam di lingkungan masjid.
“Segala aktivitas harus sesuai dengan protokol kesehatan yang telah diatur sejak tahun lalu, termasuk beraktivitas di masjid,” sebut Pimpinan Cabang PT Saka Farma Laboratories Palangkaraya Ghofur Ade Gartomo.
Menurut Ghofur menjalankan ibadah puasa dibulan Ramadan merupakan kewajiban umat islam tetapi Ramadan tahun ini berbeda karena dihadapkan dengan masa pandemi.
--page

Ia mengatakan untuk menunjang kenymanan dan keamanan dalam beribadah pihaknya melaksanakan Gerakan Masjid Sehat dengan penyemprotan disinfektan dan pembersihan masjid.
Selain di Palangka Raya penyemprotan juga dilakukan di Sampit serta kota besar lainnya. Kegiatan tersebut dilaksanakan di sejumlah masjid seperti Masjid Barokah, Masjid Amaliyah, Masjid Sabilal Muttaqin, Masjid Al Kamal, Masjid Nurul Ikhram, Masjid Al Haq, Masjid At Taqwa, dan Masjid Nuruddin.
“Tahun ini adalah tahun ke 2 kita melakukan ibadah dengan kondisi masa pandemi yang belum usai, semoga kita dapat melakukan ibadah dengan aman,lancar dan sesuai dengan prtotokol kesehatan agar ibadah kita sukses sampai hari Raya Idul Fitri,” tandasnya. (HERMAWAN DP/B-6)









