BORNEONEWS, Palangka Raya - Dari hasil data yang dirilis oleh BPS Kalteng, kontribusi layanan transportasi perdagangan ekspor seluruh pelabuhan di Kalteng pada Maret 2021 mengalami penurunan dibandingkan bulan Februari yakni dari 30,28 persen menjadi 16,60 persen.
Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro menerangkan total transaksi ekspor melalui pelabuhan di Kalteng mencapai US$ 36,27 juta, dengan rincian melalui Pelabuhan Kumai sebesar US$ 33,28 juta, Sampit US$ 2,45 juta, dan Pulang Pisau US$ 0,54 juta.
"Sedangkan layanan ekspor melalui pelabuhan di provinsi lain senilai US$ 182,29 juta atau 83,40 persen," ujarnya, Selasa, 4 Mei 2021.
"Sebagian besar melalui Pelabuhan Banjarmasin sebesar US$ 112,28 juta, Pelabuhan Satui US$ 27,43 juta, dan Bandara Soekarno-Hatta US$ 22,82 juta," tambahnya.
Jika dibanding pada bulan Maret 2020, lanjut Eko kontribusi layanan ekspor di Kalteng pada Maret 2021 menurun dari 28,00 persen menjadi 16,60 persen.
--page
Nilai ekspor melalui Pelabuhan Kumai, Sampit, Pangkalan Bun, dan Pulang Pisau mengalami penurunan masing-masing sebesar 5,27 persen, 84,46 persen, 100,00 persen, dan 74,16 persen.
Sedangkan untuk layanan ekspor melalui provinsi lain mengalami peningkatan sebesar 24,02 persen, terutama melalui Pelabuhan Satui, Bandara Soekarno-Hatta, dan Tanjung Priok masing-masing naik 261,87 persen, 228.100,00 persen dan 16,90 persen.
"Untuk ekspor melalui Pelabuhan Banjarmasin dan Tanjung Perak masing-masing mengalami penurunan yaitu sebesar 6,64 persen dan 2,61 persen," sebutnya.
Jadi secara kumulatif, kata dia kontribusi layanan ekspor di Kalteng menurun dari 26,05 persen di Januari–Maret 2020 menjadi 25,24 persen pada Januari–Maret 2021.
Selanjutnya, nilai ekspor melalui pelabuhan di Kalteng yaitu senilai US$ 168,54 juta, terutama dilayani melalui Pelabuhan Kumai sebesar US$ 138,12 juta dan Sampit US$19,44 juta.
"Sedangkan layanan ekspor melalui provinsi lain senilai US$ 499,20 juta, terutama melalui Pelabuhan Banjarmasin senilai US$ 355,39 juta, Pelabuhan Satui US$ 67,89 juta, dan Pelabuhan Tanjung Perak US$ 31,05 juta," tandasanya. (DONNY D/B-7)









