BORNEONEWS, Muara Teweh – Dandim 1013 Muara Teweh, Letkol Kav Rinaldi Irawan mengatakan bahwa operasi kepolisian terpusat Ketupat Telabang tahun 2021 dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1442 H di wilayah Kabupaten Barito Utara akan berlangsung selama 12 hari berakhir 17 Mei 2021.
Operasi ini, jelas Dandim, dilaksanakan dengan mengedepankan kegiatan pencegahan didukung deteksi dini dan penegakan hukum dalam rangka pengamanan hari raya Idul Fitri 1442 H. Dalam kegiatannya, juga tetap menerapkan protokol kesehatan demi mencegah penyebaran covid-19.
Disampaikan Dandim, berbagai kesiapan sudah dibuat oleh masing-masing kementerian dan lembaga terkait maupun oleh jajaran kepolisian. Tahun ini, pemerintah memutuskan melarang kegiatan mudik bagi seluruh masyarakat mulai tanggal 6 sampai dengan 17 Mei 2021.
“Ini adalah tahun kedua pemerintah telah mengambil kebijakan untuk melarang masyarakat melakukan perjalanan mudik pada libur hari raya Idul Fitri, karena situasi pandemi covid-19,” jelasnya saat membacakan amanat Kapolri pada apel gelar pasukan operasi ketupat Telabang 2021 di halaman Mapolres Barito Utara, Rabu, 5 Mei 2021.
Kita menyadari, lanjut dia, bahwa larangan pemerintah itu tidak serta merta dipatuhi masyarakat, sehingga potensi pergerakan orang untuk melakukan perjalanan mudik masih cukup tinggi.
--page
Hasil survey kementerian perhubungan terhadap masyarakat apabila pemerintah tidak melarang mudik, maka akan terjadi pergerakan orang melakukan perjalanan mudik sebesar 81 juta orang. Namun, apabila pemerintah melarang mudik, masih akan terjadi pergerakan orang melakukan perjalanan mudik sebesar 27,6 juta orang atau 11 persen.
Pengalaman tahun lalu, berbagai modus dilakukan masyarakat untuk mengelabuli petugas agar dapat lolos sampai di tempat tujuan mudik. “Hal ini tentu menjadi pembelajaran bagi kita dan lebih utama lagi begitu tinggi niat serta gigihnya masyarakat agar dapat melakukan perjalanan mudik, sehingga perlu antisipasi dan kesiapan petugas,” terangnya didampingi Kapolres Barito Utara.
Saat ini, lanjut dia, pemerintah masih terus berjuang menekan laju perkembangan covid-19 dengan berbagai kebijakan antara lain pendisiplinan masyarakat terhadap protokol kesehatan (3M), kegiatan vaksinasi dan terakhir PPKM mikro yang dinilai cukup efektif.
“Kita harus bahu-membahu bersinergi dengan instansi terkait dan seluruh komponen masyarakat untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam menekan laju perkembangan covid-19,” jelasnya.
Penurunan transmisi penyebaran covid-19 akhir-akhir ini jangan menjadikan kita lengah, sehingga kita mengabaikan protokol kesehatan. Kegiatan-kegiatan keagamaan utamanya pada Ramadan dan Idul Fitri 1442 H harus dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat sesuai surat edaran menteri agama. (RAMADHANI/B-7)









