BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro melalui rilisnya mengatakan untuk perkembangan impor Kalteng selama bulan Maret 2021 naik sebesar 348,77 persen.
Dalam angka, impor Kalteng di bulan itu mencapai US$ 10,95 juta jika dibanding bulan sebelumnya yang tercatat senilai US$ 2,44 juta saja.
"Kenaikan ini disebabkan oleh meningkatnya impor migas senilai US$ 1,55 juta atau 254,10 persen dan non migas senilai US$ 6,96 juta atau 380,33 persen," kata Eko Marsoro, Rabu, 5 Mei 2021.
Dia menjelaskan, impor migas di Kalteng yaitu hanya berupa hasil minyak, sehingga peningkatan impor migas dikarenakan bertambahnya impor hasil minyak. Sedangkan peningkatan impor non migas dipicu oleh bertambahnya impor hasil industri.
Di sisi lain, jika dibandingkan pada bulan Maret tahun 2020, terjadi kenaikan nilai impor senilai US$ 9,01 juta atau 464,43 persen, hal ini disebabkan oleh naiknya nilai impor migas dan non migas masing-masing senilai US$ 1,34 juta atau 163,41 persen dan US$ 7,67 juta atau 684,82 persen
"Peningkatan impor non migas ini dipicu oleh meningkatnya nilai impor hasil industri," sebutnya.
Sementara itu, untuk nilai impor pada bulan Januari–Maret 2021 tercatat sebesar US$ 14,47 juta naik US$ 6,77 juta atau 87,92 persen, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan peningkatan terjadi pada impor non migas senilai US$ 8,23 juta atau 237,18 persen.
--page
"Sedangkan impor migas mengalami penurunan senilai US$ 1,46 juta atau 34,52 persen, peningkatan impor non migas disebabkan oleh meningkatnya impor hasil industri," pungkasnya. (DONNY D/B-11)









