MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh – Dandim 1013 Muara Teweh, Letkol Kav Rinaldi Irawan mengatakan berdasarkan hasil analisa dan evaluasi, Operasi Ketupat Tahun 2020, gangguan kamtibmas memang ada penaikan. Tapi, kasus yang meresahkan masyrakat mengalami penurunan signifikan.

“Capaian tersebut merupakan bukti cara bertindak dan upaya penanganan pada pelaksanaan operasi ketupat tahun 2020 yang lalu terkait dengan gangguan kamtibmas terbukti cukup efektif dan memberikan hasil yang signifikan,” kata Dandim 1013 Muara Teweh saat membacakan amanat Kapolri pada apel gelar pasukan Operasi Ketupat Telabang 2021 di halaman Polres Barito Utara, Rabu, 5 Mei 2021.

Kendati demikian, keberhasilan terkait dengan kamseltibcarlantas yang telah diraih pada pelaksanaan operasi ketupat tahun lalu tidak boleh menjadikan petugas lengah dan cepat berpuas diri.

“Pengamanan ini tidak boleh dianggap sebagai agenda rutin tahunan biasa, sehingga menjadikan kita cenderung under estimated dan kurang waspada terhadap setiap dinamika di masyarakat, apalagi di masa pandemi covid-19 saat ini,” jelasnya.

Kapolri berharap capaian tersebut dapat terus ditingkatkan dan menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Polri  untuk lebih mempersiapkan  diri serta  memberikan dedikasi dan pengabdian terbaik dalam pelaksanaan operasi tahun 2021 ini.

Disampaikannya pula, berdasarkan mapping kerawanan yang telah dilakukan, ada beberapa prediksi gangguan kamtibmas yang harus diantisipasi. Antara lain ancaman terorisme dan radikalisme, ancaman sabotase, penyalahgunaan narkoba, pesta miras, aksi pengrusakan fasilitas umum, aksi kriminalitas seperti curat, curas, curanmor, tawuran antar kelompok pemuda atau antar kampung, balap liar, kemacetan dan kecelakaan lalu lintas, maupun ancaman bencana alam seperti banjir dan longsor.

Sementara itu, ada penekanan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dalam operasi ketupat tahun ini. Yakni agar petugas menyiapkan mental dan fisik yang dilandasi komitmen moral serta disiplin kerja tinggi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

--page

"Hindari sikap dan tindakan-tindakan tidak simpatik dan arogan yang tidak mencerminkan karakter jati diri sebagai sosok pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat," kata Kapolri dalam amanatnya.

Selanjutnya, melakukan deteksi dini dengan mengoptimalkan peran fungsi intelijen dan bhabinkamtibmas untuk mengetahui dinamika dan fenomena yang berkembang di masyarakat sehingga dapat diantisipasi sedini mungkin.

Kemudian, meningkatkan kepekaan, kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam melaksanakan pengamanan dan antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya aksi teror dan kriminalitas yang memanfaatkan Ramadan dan Idul Fitri 1442 H.

“Gelar kekuatan Polri pada pos-pos pengamanan dan pelayanan serta di titik-titik rawan kriminalitas, kemacetan, dan kecelakaan lalu lintas, sehingga mampu bertindak cepat serta tepat sesuai prosedur," katanya.

Selain itu, anggota yang bertugas dilapangan harus mengutamakan keselamatan dengan mencermati perkembangan situasi saat ini, baik dari segi sarpras dan perlengkapan perorangan yang memadai.(RAMADHANI/B-11)