BORNEONEWS, Palangka Raya - Pandemi Covid-19 yang terjadi hingga saat ini memberikan dampak buruk pada semua sektor, terutama bagi para pekerja.
Berdasarkan data hasil dari rilis BPS Kalteng, penduduk usia kerja yang terdampak Covid-19 di Kalteng ada sekitar 109,9 ribu orang. Akan tetapi angka tersebut mengalami penurunan sebanyak 80,41 ribu orang atau turun sebesar 42,25 persen dibanding bulan Agustus 2020 lalu.
Dalam rilisnya Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro menjabarkan komposisi penduduk yang terdapak Covid-19 terdiri dari pengangguran karena Covid-19 sebanyak 1,43 ribu orang, Bukan Angkatan Kerja (BAK) karena Covid-19 3,99 ribu orang, tidak bekerja karena Covid-19 11,9 ribu orang dan pengurangan jam kerja karena Covid-19 92,58 ribu orang.
"Dari keempat komponen tersebut hanya komponen sementara tidak bekerja karena Covid-19 yang tidak mengalami penurunan dibanding Agustus 2020, yaitu meningkat sebanyak 1,14 ribu orang," ucapnya, Kamis, 6 Mei 2021.
Sedangkan untuk tiga komponen lainnya mengalami penurunan, dengan penurunan terbesar terjadi pada komponen penduduk dengan jam kerja lebih pendek karena Covid-19 yaitu sebanyak 71,42 ribu orang.
--page
Jika berdasarkan jenis kelamin, penduduk usia kerja terdampak Covid-19 terdiri dari laki-laki sebanyak 59,64 ribu orang sedangkan perempuan sebanyak 50,26 ribu orang.
Kemudian untuk, kontribusi laki-laki yang terdampak Covid-19 lebih besar dibandingkan perempuan pada semua komponen kecuali pada komponen BAK karena Covid-19 yaitu sebesar 64,51 persen.
"Bahkan tidak ada perempuan yang
menjadi pengangguran karena Covid-19 di Kalteng," sebutnya.
Apabila dilihat dari daerah tempat tinggal, jelas Eko pada bulan Februari 2021 penduduk usia kerja terdampak Covid-19 di perkotaan ada sekitar 59,2 ribu orang, sedangkan di pedesaan sebanyak 50,71 ribu orang.
Sedangkan, pada semua komponen itu, kontribusi perduduk perkotaan lebih tinggi daripada pedesaan. Pada komponen pengangguran karena Covid-19 di perkotaan sebanyak 11,11 ribu orang.
--page
Lalu jika dilihat dari kelompok umur, kelompok umur dewasa dengan usia sekitar 25-59 tahun merupakan kelompok umur yang paling terdampak Covid-19 baik pada Agustus 2020 maupun Februari 2021.
"Namun kelompok umur dewasa dengan usia 25-59 tahun mengalami peningkatan dibanding Agustus 2020 yaitu dari 83,56 persen menjadi 87,68 persen," ujarnya.
Sementara itu, untuk kelompok umur muda dengan usia 15-24 tahun dan lansia umur 60 tahun keatas mengalami penurunan pada Februari 2021 jika dibandingkan kondisi di bulan Agustus 2020. (DONNY D/B-5)









