TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan atau Distankep Kabupaten Barito Timur melalui Balai Penyuluhan Pertanian atau BPP Kecamatan Paju Epat melakukan penyuluhan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan pembukaan lahan tanpa membakar, Kamis, 6 Mei 2021.

Kegiatan tersebut dihadiri penyuluh pertanian dari BPP Paju Epat, penyuluh kehutanan KPHP Barito Hilir, Ketua KTNA Kecamatan Paju Epat, kelompok tani se Kecamatan Paju Epat dan Kepala Seksi Rantib Pemerintah Kecamatan Paju Epat.

Usai kegiatan, Koordinator BPP Paju Epat Lukmanul Chakim menjelaskan, penyuluhan penanggulangan karhutla bertujuan untuk mencegah terjadinya bencana karhutla mengingatkan sebulan lagi Kabupaten Barito Timur akan memasuki musim kemarau.

"Padahal kita tahu secara umum masyarakat di Barito Timur memiliki tradisi membuka ladang dengan cara membakar, karena itu untuk mencegah karhutla, dalam kegiatan ini juga dilakukan penyuluhan cara membuka lahan tanpa membakar," ujar Lukmanul di Murutuwu.

"Semoga dengan adanya sosialisasi dan penyuluhan mampu meminimalisir karhutla di Kecamatan Paju Epat dan Barito Timur secara keseluruhan," imbuhnya.

--page


Terpisah Kepala Distankep, Trikorianto mengharapkan agar penyuluh pertanian yang ada di BPP Paju Epat terus mendampingi dan membimbing petani sehingga dapat menerapkan teknik olah tanah dengan baik tanpa harus membakar.

"Apalagi memasuki musim kemarau, BPP harus lebih aktif  tentunya dengan bersinergi bersama semua jajaran stakeholder di kecamatan," kata Trikorianto.

Sesuai data dari BMKG Tjilik Riwut Palangka Raya, musim kemarau di Barito Timur akan dimulai pada dasarian kedua atau 10 hari kedua pada bulan Juni 2021.

Sedangkan puncak kemarau di Kecamatan Benua Lima, Dusun Timur bagian barat,
Paju Epat, Dusun Tengah, Karusen Janang, Paku, Pematang Karau, Raren Batuah terjadi pada bulan Agustus, sedangkan Kecamatan Awang, Dusun Timur bagian timur dan Kecamatan Patangkep Tutui puncak kemarau terjadi pada bulan September. (BOLE MALO/B-7)