BORNEONEWS, Tamiang Layang - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan atau Distankep Kabupaten Barito Timur, mengembangkan budidaya jagung komposit seluas 150 hektare di Kecamatan Raren Batuah.
Budidaya tersebut merupakan bagian dari pengembangan jagung komposit seluas 1.000 hektare pada tahun 2021 di Kabupaten Barito Timur.
"Kemarin saya mendampingi bapak bupati di Desa Malintut, bertatap muka dengan penyuluh pertanian. Tujuannya untuk memberi semangat kepada penyuluh dalam mendampingi petani sekaligus mensukseskan budidaya jagung di sana," ungkap Kepala Distankep Barito Timur, Trikorianto di Tamiang Layang, Jumat, 7 Mei 2021.
Menurutnya, pengembangan jagung merupakan bagian dari program ekonomi kerakyatan di bidang pertanian yang dicanangkan Bupati Barito Timur, Ampera AY Mebas.
"Di kecamatan Raren Batuah pengembangannya di Desa Malintut, Turan Amis, Tangkum, Batuah dan Desa Sibung. Kita harapkan nanti beriringan dengan pengembangan ayam petelur di Barito Timur, kebutuhan pakan bisa terpenuhi dari pengembangan jagung komposit ini," kata Trikorianto.
--page
Bahkan menurut dia, sudah ada pabrik di Kabupaten Tanah Laut Kalsel yang siap membeli hasil panen jagung dari Barito Timur.
"Untuk memastikan keberhasilan pengembangan jagung komposit ini pemerintah menyediakan bibit hingga sarana produksi pertanian," ujar Trikorianto. (BOLE MALO/B-5)









