BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Ruang isolasi dan perawatan pasien positif corona virus disease atau Covid-19, di RSUD Sultan Imanuddin (RSSI) Pangkalan Bun hampir penuh. Hal tersebut disebabkan terus meningkatnya kasus positif Covid-19 di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).
Dirut RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun dr Fachrudin mengatakan, RSSI menjadi salah satu rumah sakit rujukan Covid-19 di Kalimantan Tengah (Kalteng). Sehingga harus menerima pasien positif Covid-19. Saat ini kasus Covid-19 kembali alami peningkatan dan ketersediaan isolasi nyaris penuh.
"Saat ini ada 50 pasien yang dirawat di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, sedangkan yang bisa dipakai sebanyak 56 ruangan. Bahkan gedung ruang isolasi 5 lantai sudah penuh," ujar dr Fachrudin saat dikonfirmasi Borneonews, pada Jumat, 7 Mei 2021.
Lanjutnya, dr Unding sapaan akrabnya, menyebutkan, jika RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun masih memiliki cadangan 18 kamar. Dimana kamar tersebut sewaktu - waktu bisa difungsikan, apabila ruanh isolasi yang tersedia saat ini telah penuh dengan pasien Covid-19.
"Kita memang masih punya cadangan di RSSI sebanyak 18 kamar. Kemarin kita tutup pada bulan Februari 2021 waktu kasus Covid-19 menurun. Selain kamar cadangan, kita juga ada rumah sakit perluasan di RS Muhammadiyah dan Kusuma," jelas Unding.
--page
Ia menginformasikan, dalam beberapa pekan terakhir ini juga ada peningkatan kasus Covid-19 dengan gejala berat yang dirawat di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun. Untuk itu, masyarakat diimbau agar tetap disiplin protokol kesehatan.
"Dari 50 pasien Covid-19 yang kita rawat saat ini, 30 peresnnya alami gejala berat. Mari tetap disiplin Prokes dan patuhi peraturan pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19. Jangan sampai RS perluasan kita buka lagi karena kapasitad RSSI penuh," pungkasnya. (DANANG/B-5)









