PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Setelah ditetapkannya harga Tandan Buah Segara (TBS) sawit di Kalteng dan dinyatakan naik menjadi angin segar bagi para pengusaha kelapa maupun petani sawit.

Plt. Dinas Perkebunan (Disbun) Kalteng, Sri Suwanto melalui Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Evangelis mengatakan kenaikan harga TBS pada periode April 2021 menjadi harga tertinggi semenjak 5 tahun terakhir di Kalteng.

"Salah satu penopang utama perekonomian yaitu komoditi kelapa sawit ini terus mengalami kenaikan harga," ujarnya, Jumat, 7 Mei 2021.

"Dengan adanya kenaikan tersebut, diharapkan para pekebun dapat menerima penghasilan yang lebih baik," tambahnya.

Selain itu, diharapkan juga sebagian dari penghasilan yang diterima bisa digunakan untuk menopang kehidupan.

--page

Selanjutnya, sebagian bisa dibelanjakan untuk pembelian sarana produksi pemeliharaan tanaman guna lebih meningkatkan produksi dan capaian potensi produktivitas kebun.

Disisi lain, dengan adanya kerja sama kelompok tani dengan pihak pabrik minyak sawit, diharapkan harga TBS petani sudah sesuai dengan harga normal dan tidak dipermainkan lagi oleh para tengkulak.

"Sehingga kesejahteraan kelompok tani kelapa sawit melalui kerja sama ini hendaknya dapat terwujud," pungkasnya. (DONNY D/B-5)