BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Duwel Rawing mendorong pemerintah harus gencar mensosialisasikan dampak negatif dari pernikahan dini yang kerap terjadi.
Menurutnya, di Kalteng sendiri tingkat pernikahan dini terjadi cukup tinggi terutama di wilayah pelosok atau daerah terpencil. Hal inilah yang memicu terjadinya tingkat perceraian meningkat sigifikan.
"Pemerintah melalui dinas terkaitnya harus gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait hal itu, jangan sampai ini terus terjadi di Kalteng," ucapnya, Sabtu, 8 Mei 2021.
Dia menjelaskan, dalam hal pernikahan pemerintah semenjak dulu sudah menetapkan aturan minimal umur bagi setiap orang yang hendak menikah.
Namun, dikalangan masyarakat saat ini masih banyak yang melanggar aturan tersebut. Oleh karenanya sosialisasi secara berkelanjutan perlu dilakukan untuk menekan kejadian tersebut.
--page
"Pola pikir masyarakat terutama di wilayah pelosok perlu diubah, agar tidak terjebak untuk melakukan pernikahan dini. Jika hendak menikah pastikan semuanya sudah siap baik itu umur, ekononi maupun hal lainnya," tegasnya. (DONNY D/B-7)









