MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh - Jembatan yang melintasi Sungai Barito menghubungkan Muara Teweh dengan Kelurahan Jingah dan Jambu Kecamatan Teweh Baru, Kabupaten Barito Utara yang ditutup sementara dari aktivitas warga, bebeberapa waktu lalu dibuka paksa oleh oknum warga yang tidak bertanggung jawab, bahkan ornamen boks lampu neon dirusak.

"Bukan hanya portal jalan pintu masuk jembatan yang dirusak oleh oknum warga tersebut, boks lampu neon yang berada di jembatan juga ada yang dirusak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab yang diperkirakan aksi ini pada Kamis (13/5) malam," kata warga sekitar jembatan, Minggu 16 Mei 2021.

Penutupan sementara akses jalan di jembatan ini karena masih ada sarana dan prasarana yang akan dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Barito Utara di jembatan yang berada di kawasan Water Front City (WFC) tersebut.

Selain penutupan menutup akses jalan di jembatan tersebut, juga untuk menghindari adanya warga yang duduk di cor beton penyangga jembatan dan perusakan pipa besi penghalang di pintu jalan masuk jembatan.

Dalam unggahan akun di media sosial yang di-posting warga yang tinggal di sekitar jembatan yang sempat merekam aktivitas warga yang masuk dengan menggunakan kendaraan roda dua ke jembatan.

"Tunai sudah puasanya lancar jembatannya, malam hari raya. Portal jalan dibuka paksa oleh oknum yang tidak bertanggung jawab," kata warga tersebut di akun FB-nya.

Pada hari Minggu di akun warga itu juga saat dirinya berjalan di jembatan dan sempat mengambil foto boks lampu neon dan ornamen di boks lampu juga dirusak oleh oknum warga yang tidak bertanggung jawab. "

Survei membuktikan kalau masyarakat kurang peduli dengan keindahan. Boks neon jembatan baru sudah ada yang rusak,” katanya lagi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerja Umum dan Penataan Ruang Barito Utara Muhammad Iman Topik menyampaikan terima kasih atas informasi yang disampaikan warga terkait dengan pembongkaran portal pintu masuk jembatan penyeberangan Muara Teweh-Jingah.

Jembatan penyeberangan Muara Teweh-Kelurahan Jingah dibangun pemerintah daerah menggunakan APBD kabupaten dan dibantu APBD Provinsi Kalteng dengan dana sebesar Rp103,8 miliar.

Anggaran dari APBD Kabupaten Barito Utara sebesar Rp73,9 miliar atau 71,21 persen, sedangkan dana bantuan Provinsi Kalteng sekitar Rp29,9 miliar atau 28,79 persen.

ANTARA