BORNEONEWS, Sampit - Seorang wartawan media online di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) bernama Dian Taresa menjadi korban pencurian, Senin 17 Mei 2021 subuh.
Maling masuk melalui pintu barak yang tidak dikunci, dan mengambil sebuah ponsel Android yang sering digunakan oleh korban untuk bekerja.
"Pencuri itu masuk melalui pintu depan. Saat itu pintu memang tidak dikunci, karena suami saya salat subuh ke masjid," ujar Dian.
Barak yang ditinggalinya tersebut berada di Jalan Gunung Kelud, Kelurahan Baamang Hilir, Kecamatan Baamang, Sampit. Dia menceritakan sekitar pukul 04.00 WIB, dia bersama suami bangun.
Ketika azan subuh, suami korban pergi ke masjid. Karena merasa dekat, pintu barak tidak dikunci. Sedangkan korban sendiri, saat itu kembali tertidur.
--page
Tidak lama setelah itu, dia mendengar ada yang masuk. Namun ia mengira bahwa itu suaminya. Tetapi setelah dirinya membuka mata, dan hendak menanyakan kenapa sebentar saja, ternyata yang masuk bukan suaminya, tetapi pencuri.
Dia langsung berteriak dan maling tersebut langsung pergi, sambil mengambil tas yang berisi mukena.
"Saya juga sempat mengejar, dan ternyata sudah ada temannya yang menunggu di atas motor," terangnya.
Saat kejadian tidak ada tetangga yang keluar rumah. Karena saat itu, kondisi barak juga sepi, ditinggal penyewanya pulang kampung lebaran.
"Saya masih ingat dengan wajah pelaku, tubuhnya berisi, gunakan kaos abu-abu, celana panjang, dan masker hitam. Sendalnya juga masih tertinggal di kosan saya," terangnya.
Dia berharap pencuri tersebut bisa mengembalikan lagi ponselnya tersebut. Karana sangat diperlukan. Apalagi cukup banyak data pekerjaannya sebagai seorang jurnalis. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)









