PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Di tengah terpaan bencana non alam Pandemi Covid-19, tak menyurutkan semangat Pemkab Kotawaringin Barat (Kobar) mengelola peluang investasi. Tercatat pencapaian realisasi investasi di Kobar pada tahun 2020 dapat memenuhi target yang ditetapkan yaitu sebesar Rp 6,911 triliun.

Bupati Kobar Nurhidayah menyampaikan, capaian ivestasi sebesar 6,911 triliun rupiah pada tahun 2021, itu lebih besar dari target 6,607 triliun rupiah. Dengan kontribusi penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar 4,741 triliun rupiah atau (68,61 persen) dan penanaman modal asing (PMA) sebesar 2,169 triliun rupiah atau (31,39 persen), dimana pencapaian PMDN lebih besar dibandingkan pencapaian PMA.

"Penyumbang realisasi investasi terbesar yaitu berasal dari sektor primer sebesar 39,1 peesen selanjutnya sektor tersier sebesar 37,6 persen dan sektor sekunder sebesar 23,3 persen," kata Nurhidayah, saat mengikuti kegiatan Silaturahmi Akbar dan Halal Bihalal Tokoh Kobar Nasional secara virtual yang digagas oleh himpunan mahasiswa (HIMA) Kobar Nasional, pada Senin, 17 Mei 2021.

Disebutkan, bahwa Kobar memiliki potensi sumber daya alam yang sangat beragam dan berlimpah, yang menyediakan potensi dan peluang investasi dari berbagai sektor antara lain sektor pariwisata, sektor pertanian dalam arti luas, sektor peternakan, sektor perikanan serta sektor industri dan sektor perdagangan.

Potensi dan peluang investasi tersebut haruslah dikelola dengan baik agar dapat dimanfaatkan secara maksimal guna membangun kotawaringin barat, dan pada akhirnya berkontribusi pada pembangunan Indonesia.

--page

Nurhidayah mengatakan, hantaman pandemi tidak menyurutkan semangat dirinya bersama jajaran Pemkab Kobar, untuk tetap berusaha membangun daerah dan perekonomian masyarakat, sehingga dapat bertahan dan bangkit dari perlambatan perekonomian.

"Pemerintah Kobar melalui misi penanaman modalnya berupaya untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif, menyediakan infrastruktur yang memadai, memberikan kemudahan dan atau insentif bagi para investor, serta memberdayakan dunia usaha termasuk UMKM dan seluruh kegiatan perekonomian yang ada," tambahnya. (DANANG/B-5)