PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Berdasarkan rilis Kementerian BUMN, Vaksin Sinopharm yaitu vaksin berjenis inactivated vaccine atau SARS-CoV-2 Vaccine (Vero Cell) bakal diberikan pada program vaksinasi gotong royong yaitu pihak swasta/perusahaan yang membiayai pelaksanaan vaksinasi covid-19 pada karyawan dan keluarganya.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kobar Achmad Rois, Selasa, 18 Mei 2021 mengatakan, dari siaran pers pemerintah pusat menjelaskan bahwa vaksin tersebut menggunakan partikel virus yang dimatikan.

"Tujuannya untuk mengekspos sistem kekebalan terhadap virus, tanpa mengambil risiko respons penyakit serius. Vaksin covid-19 buatan Sinopharm  ini telah dinyatakan aman oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta mendalatkan sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI)," jelas Achmad Rois.

Achmad Rois juga mengatakan, dari rilis yang disampaikan oleh Kepala BPOM Penny K Lukito BPOM  telah menerbitkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) vaksin Sinopharm pada 29 April 2021.

"Dalam hal pengadaan vaksin, pemerintah telah melakukan kontrak pengadaan vaksin Sinopharm sebanyak 7,5 juta dosis, dengan jumlah vaksin yang tersedia mencapai 500 ribu dosis," jelas Achmad Rois.

--page

Masih menurut Kepala BPOM RI, lanjjt Achmad Rois, hasil dari uji klinik yang dilakukan di Uni Emirat Arab ditemukan bahwa vaksin Sinopharm memiliki efikasi 78 persen.

"Studi klinik fase III yang dilakukan di Uni Emirat Arab dengan subyek sekitar 42.000 relawan menunjukkan efikasi vaksin sebesar 78 persen," papar Achmad Rois melanjutkan hak yang disampaikan Kepala BPOM.

Rencananya, selain Sinopharm, pemerintah juga menyiapkan 5 juta dosis vaksin Covid-19 produksi CanSino Biologics, China dalam program vaksinasi gotong royong. Perbedaan vaksinasi ini dari Sinopharm yaitu vaksin Cansino hanya diberikan dalam satu dosis suntikan. (WAHYU KRIDA/B-7)