BORNEONEWS, Palangka Raya - Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan berdampak terhadap usaha masyarakat. Bahkan, tak sedikit yang menutup usahanya alias gulung tikar.
Terkait itu, banyak masyarakat yang mencoba beralih profesi menjadi petani. Usaha ini dinilai mampu bertahan saat pandemi.
"Namun terkadang ada berbagai hambatan ketika masyarakat yang hendak bertani, seperti terkendala bibit atau lahan," kata anggota DPRD Kalteng, Ina Prayawati, Kamis, 20 Mei 2021.
Dia pun mendorong pemerintah agar memberikan bantuan pertanian kepada masyarakat yang terdampak Covid-19.
Hal tersebut perlu dilakukan untuk membantu peningkatan perkeonomian masyarakat yang terkena dampak pandemi.
--page
"Saat saya melaksanakan reses beberapa waktu lalu, masyarakat desa di Barsel berharap adanya bantuan bibit kelapa sawit dan tambak. Ini perlu menjadi pertimbangan pemprov atau pemkab," imbuhnya. (DONNY D/B-11)









