BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Dinas Perhubungan Kota Palangka Raya, Alman P Pakpahan mengaku pernah disumpahi masuk neraka karena menegakan aturan protokol kesehatan (prokes).
"Dulu waktu kami di perbatasan sering putar balikan orang yang ingin masuk wilayah kita tanpa RT antigen. Ada satu penumpang sampai sumpahin saya masuk neraka. Saya jawab, saya sudah teken kontrak ke sana," kata Alman saat berbincang bersama awak media, Jumat, 21 Mei 2021.
Ia menceritakan, kala itu penumpang tersebut dilarang masuk Palangka Raya karena tidak melengkapi diri dengan pemeriksaan covid-19 baik PCR ataupun RT-Antigen.
"Lalu saya balas, kalau nekat masuk Palangka Raya kita akan sama-sama masuk neraka. Akhirnya dia putar balik," ujarnya.
Alman mengaku prihatin sejauh ini masyarakat masih lalai dalam menerapkan protokol kesehatan guna memutus mata rantai covid-19. Padahal pandemi ini tak kunjung usai sampai 2 kali lebaran.
--page
"Kami terus lakukan edukasi pentingnya prokes, selain itu juga dilakukan penindakan. Jadi marilah kita bergotong-royong segera mengakhiri pandemi ini," tandasnya. (HENDRI/B-11)









