PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Siti Nafsiah menilai terkait pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) ditengah pandemi memang masih menjadi dilema.

Namun menurutnya PTM tetap harus dilakukan agar bisa mengejar kurikulum pendidikan yang saat ini terbilang cukup tertinggal.

"Sampai kapan kita bersekolah dengan kurikulum darurat? Jadi untuk mengejar kurikulum yang tertinggal, kita tetap harus mengambil keputusan dengan sebijak mungkin, bahwa kita harus bersekolah secara rill, yakni dengan PTM," ungkapnya.

Pihaknya telah mencari berbagai informasi, menyerap berbagai pemikiran mulai dari kalangan orang tua, para pendidik.

“Di lapangan memiliki persentase yang seimbang dimana 50 persen menginginkan dilaksanakan PTM, dan 50 persen lainnya menginginkan tetap dilakukan pembelajaran daring,” ungkapnya.

--page

Nafsiah mengaku ingin mengambil yang terbaik, sambil memperhatikan situasi dan kondisi saat ini. Sebagai wakil rakyat ia ingin menyalurkan keinginan masyarakat, untuk sekolah secara luring.

“Tapi disatu sisi kami juga ingin siswa sehat dan terjamin kemanan dan kesehatan," jelasnya. (HERMAWAN DP/B-6)