BORNEONEWS, Pulang Pisau – Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) setempat mengaku mengalami kendala dalam melakukan pendataan keluarga terutama di pesisir Bumi Handep Hapakat.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Pulang Pisau dr Bawa Budiharja melalui Sekertaris Ma’ruf Kurkhi, saat dibincangi Rekan media, Kamis (20/05/2021).
"Salah satu kendala yang dihadapi dalam pendataan keluarga Tahun 2021 ini, adalah jaringan sinyal dari operator seluler yang belum menjangkau wilayah pesisir," ucal Ma'aruf saat dibincangi diruangannya.
Ia menjelaskan pendataan keluarga ditarget sebanyak 35.080 Kepala Keluarga (KK) dari 95 desa dan 4 kelurahan yang ada di Pulpis.
Pendataan keluarga dibagi menjadi dua metode. Yakni dengan menggunakan metode smartphone dengan target sebanyak 21.048 KK dan metode mengunakan formulir sebanyak 14.032 KK.
--page
Pendataan keluarga ini, lanjut Ma’ruf Kurkhi, merupakan program nasional yang semestinya rampung pada tanggal 31 Mei 2021. Namun, dalam pelaksanaanya masih menemui kendala seperti akses sinyal jaringan operator yang belum menjangkau wilayah pesisir.
"Dua kecamatan tersebut yakni Kecamatan Sebangau Kuala meliputi Desa Sei Bakau dan Desa Hambawang. Kecamatan Kahayan Kuala meliputi Desa Cemantan dan Desa Kiapak yang masih kesulitan kita data," ungkapnya.
Ma’ruf Kurkhi mengatakan, terkait dengan capain pendataan keluarga di awal bulan Mei 2021 dengan metode smartphone dengan target capaian sebanyak 21.048 KK telah terakses sebanyak 4.210 KK atau 21 persen.
Pendataan dengan menggunakan metode formulir, dari target sebanyak 14.032 KK telah terakses sebanyak 10.367 KK atau sekitar 74 persen," ucapnya.
Lanjut dikatakannya untuk mencapai beberapa desa di daerah pesisir diperlukan pembiayaan yang besar, dan tidak sebanding dengan jumlah keluarga relatif kecil untuk didata, sehingga pelaksanaan pendataan masih menunggu waktu yang tepat bersama-sama dengan lintas sektor.
--page
Untuk mengatasi kendala pendataan dengan metode smartphone yang pencapaian target masih relatif kecil ini, kata Ma’ruf Kurkhi, DP3AP2KB setempat melakukan upaya sementara dengan solusi pendataan mengunakan metode formulir. Data keluarga tetap ter update dan tahap demi tahap data dapat terkirim ke pusat.
Menurut Ma’ruf Kurkhi, dalam melaksanakan pendataan ini ada sebanyak 300 orang kader yang sebelumnya telah dilatih.
Petugas pendata dibagi dua, yakni sebanyak 192 orang petugas mendata dengan metode smartphone dan sebanyak 128 orang petugas melakukan pendataan mengunakan metode formulir.
Petugas ini mengumpulkan data primer terkait dengan data pembangunan keluarga, data kependudukan, data keluarga berencana, dan data anggota keluarga.
"Data lain yang juga meliputi data profil Pasangan Usia Subur (PUS), keluarga dengan balita, keluarga dengan remaja dan keluarga dengan lansia. Saat ini petugas di lapangan masih terus melakukan pendataan, dan DP3AP2KB optimis para petugas dapat menyelesaikan pendataan dengan baik untuk menghasilkan data keluarga yang valid," tutupnya. (ang)









