BORNEONEWS, Sampit - Wisatawan susur Sungai Mentaya merasa resah dengan keberadaan sejumlah preman di Dermaga Habaring Hurung. Para preman kerap bersantai di dermaga yang biasa dilintasi wisatawan menuju perahu wisata itu.
"Memang mereka tidak menggangu tapi kami resah saja. Apalagi mereka nongkrong sembari minum minuman keras," kata Diana, wisatawan susur sungai, Minggu, 23 Mei 2021.
Pemandangan tak mengenakan itu dialaminya beserta keluarga pada Sabtu sore, 22 Mei 2021. Saat itu, kunjungan ke dermaga itu sedang ramai-ramainya dan banyak orang menyaksikan.
Parahnya lagi, di antara preman itu ada yang merupakan perempuan. Dia ikut-ikutan nongkrong dan minum minuman keras.
"Ini jika dibiarkan akan menjadi citra buruk wisata di Kotawaringin Timur yang selama ini dikenal sebagai daerah yang agamais," kata Riyah, wisatawan susur sungai lainnya.
--page
Menurut wisatawan para preman ini memang biasa nongkrong di kawasan itu. Namun hanya kali ini yang terlihat vulgar minum minuman keras di depan umum.
Kondisi ini diperparah lagi oleh keberadaan salah seorang oknum tukang parkir yang kerap berkata kasar kepada pengunjung. Tukang parkir inilah yang diyakini menjadi pemimpin dan mengumpulkan para preman di kawasan itu.
"Semoga pihak terkait bisa mengecek langsung ke dermaga, pastikan kebenarannya. Lalu tindak," kata Riyah. (MAGANG 2)









