BORNEONEWS, Sampit - Ketua DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Rinie Anderson menyebutkan agar pembangunan infrastruktur harus dilakukan meski di tengah pandemi.
Rinie menilai, keberadaan infrastruktur di Kotim masih menjadi persoalan. Baik itu antar desa maupun kecamatan. Pasalnya, masih ada yang belum ada akses jalan darat. Kondisi ini menjadi salah satu kendala membuka keterisolasian daerah.
“Sulit kita kalau masih menunggu dari APBD. Lebih baik pembangunan jalan secara swakelola saja," ucapnya, Senin, 24 Mei 2021.
Dia mengatakan hal tersebut satu solusi yang diyakini bisa diselesaikan dengan melakukan program pengadaan alat berat oleh pemerintah kabupaten.
Dengan dibantunya alat berat di kecamatan itu, maka desa-desa di bawahnya bisa melakukan pinjam pakai dengan catatan segala bentuk biaya operasional dan kerusakan akan menjadi tanggung jawab desa yang meminjam.
Program ini kata dia sejalan pula dengan adanya dana desa. Dan bisa diarahkan untuk membangun irigasi, jalan usaha tani, tambak darat milik desa, dan sebagainya.
"Untuk operasionalnya bisa digunakan dana desa. Saya meyakini jika program ini terealisasi, tidak ada lagi desa yang setiap reses minta dibangun irigasi , jalan tani, dan lain sebagainya," tandasnya.
--page
Dengan program itu, juga efisiensi dan efektifitas anggaran akan bisa tercapai. Sehingga bisa diarahkan untuk pembiayaan kegiatan lainnya yang masih memerlukan anggaran besar. (NACO/B-11)









