PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Dinas PUPR Palangka Raya, Albert Tombak menegaskan, bangunan yang sengaja menutup drainase akan dibongkar.

"Tujuannya untuk menormalisasi aliran air. Pemko dalam 3 tahun terakhir sudah berupaya membenahi drainase, terbukti kawasan banjir sudah berkurang," katanya, Senin 24 Mei 2021.

Tidak hanya itu, jalan rusak juga sudah dibenahi, harapannya dapat dinikmati masyarakat dan dijaga. Karena tugas membangun sudah dipenuhi pemerintah, tinggal masyarakat yang merawatnya.

Menurut dia, tingginya sedimen lumpur dan sampah serta banyaknya bangunan yang menutupi drainase itulah yang mengakibatkan terjadinya banjir pada saat intensitas curah hujan tinggi.

Ia menyampaikan, dari sejumlah titik saluran drainase di Kota Cantik saat ini hampir 80 persen berisikan sedimen berupa kotoran atau lumpur yang  tebal dan menumpuk.

--page

Meski harus menangani pandemi Covid-19, pemerintah setempat telah menganggarkan perbaikan infrastruktur salah satunya untuk drainase menggunakan dana swakelola yang bersumber dari APBD. (HENDRI/B-11)