PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Meski fenomena tertutupnya bayangan ke bulan akibat posisi matahari - bumi - bulan dalam posisi sejajar atau yang biasa dikenal dengan gerhana dapat disaksikan secara langsung pada Rabu, 26 Mei 2021 mulai pukul 18.09 WIB, namun untuk wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) dan sekitarnya sayangnya fenomena ini tidak bisa disaksikan secara jelas.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas III Iskandar Kabupaten Kobar, Aqil Ihsan mengatakan, saat fase gerhana bulan Super Blood Moon terjadi, cuaca di Kabupaten Kobar dan sekitarnya cenderung berawan.

"Walau demikian, bagi masyarakat yang berminat menyaksikan fenomena alam tersebut secara jelas, BMKG juga melakukan pengamatan menggunakan teleskop, detektor dan teknologi informasi di beberapa titik di Indonesia dan bisa disaksikan secara langsung secara online melalui link bmkg.go.id/gbt ," kata Aqil Ihsan.

Aqil Ihsan menjelaskan, proses gerhana pada saat bulan terbit juga dapat diamati di sebagian besar Asia bagian timur, dan sebagian kecil Australia sebelah barat.

"Namun  proses gerhana pada saat bulan terbenam dapat diamati di seluruh Amerika. Gerhana ini tidak akan dapat diamati di sebagian besar Asia bagian barat, seluruh Afrika, seluruh Eropa, dan sebagian kecil Amerika bagian timur," jelas Aqil Ihsan.

--page

Menurut Aqil Ihsan, gerhana bulan total yang terjadi 26 Mei 2021 ini merupakan anggota ke 56 dari 84 anggota pada seri Saros 121. 

"Gerhana bulan sebelumnya yang berasosiasi dengan gerhana ini adalah gerhana bulan total yang terjadi 16 Mei 2003. Adapun gerhana bulan yang akan datang yang berasosiasi dengan gerhana bulan tahun ini adalah gerhana bulan sebagian bakal terjadi pada  6 Juni 2039, dan juga akan dapat diamati di Indonesia," tutur Aqil Ihsan. (WAHYU KRIDA/B-7)