BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Resmi di-launching, Desa Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah terpilih dalam 100 desa dari 83.820 wilayah administrasi setingkat desa di seluruh Indonesia yang masuk dalam program Desa Cinta Statistik atau Desa Cantik.
Kegiatan lunching dan pencanangan program desa Cinta Statistik Desa Pasir Panjang dengan moto 'Cintai Datanya Maju Desanya' tersebut, berlangsung di Rumah Betang Pasir Panjang, pada Kamis, 27 Mei 2021, dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
Dikalimantan Tengah sendiri, ada 3 desa yang terpilih masuk dalam program Desa Cantik, yaitu Desa Trahean Kecamatan Teweh Selatan, Kabupaten Barito Utara, Desa Wonorejo di Kabupaten Lamandau dan Desa Pasir Panjang Kabupaten Kotawaringin Barat.
Kepala BPS Kobar Yul Ismardani menyampaiakan, tujuannya diadakannya launching ini adalah sebagai titik awal implementasi program pemantapan pengelolaan data yang berstandar dan berkualitas di level desa secara nasional, khususnya di Kobar, guna mendukung perencanaan pembangunan desa dan pemerintah daerah.
"Harapan kami, dengan adanya launching menjadi embrio mewujudkan desa desa cantik di Kobar, mengingat bahwa desa merupakan ujung tombak dalam pembangunan. Serta melalui desa cantik untuk mewujudkan satu data Indonesia," ujarnya.
--page
Pada pencanangan Desa Cantik tersebut juga dihadiri oleh Wakil Bupati Kobar Ahmadi Riansyah, Kepala BPS Kobar, Dinas PMD Kobar, Pemdes Pasir Panjang, serta unsur Forkopimda Kobar.
Dalam kesempatan yang sama, Ahmdi Riansyah menyampaikan rasa syukur dan apresiasi setinggi - tingginya kepad BPS, yang telah memberikan dan mencanangkan terobosan yang cukup besar. Bagaimana data sektoral ditingkatkan desa menjadi arah didalam pemerintah mengambil kebijakan.
"Hal ini cukup membantu pemerintah didalam menjalankan arah kebijakan pembangunan. Untuk itu perlunya sinergitas dalam pembangunan,"
Ia menjelaskan bahwa, saat ini, data statistik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam proses pembangunan. Data yang valid merupakan kunci utama kesukesan pembangunan. Data yang akurat sangat dibutuhkan dalam menyusun perencanaan, membuat keputusan yang tepat hingga mengekspresikan program pemerintah agar menjadi tepat sasaran.
"Saya berharap program seperti dapat dikembangkan di seluruh keluraha dan desa di Kobar. Sehingga semua desa memiliki basis data yang akurat," pungkasnya. (DANANG/B-5)









