BORNEONEWS, Palangka Raya – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mengakui progres vaksinasi lansia memang masih lambat.
Oleh sebab itu, dalam mempercepat capaian vaksinasi tersebut, Dinkes Kalteng mengembangkan berbagai metode akselerasi vaksinasi terutama untuk kelompok lansia di Kalteng.
“Beberapa teman-teman juga mengembangkan metode, seperti di Sungai Rangit di Kobar, mereka bekerja sama dengan desa setempat yang memiliki ambulan siaga untuk melakukan antar jemput para lansia. Sehingga capaiannya jadi tinggi,” ungkap Kepala Dinkes Kalteng Suyuti Syamsul.
Selain itu, Suyuti mengatakan bantuan vaksinasi juga datang dari berbagai pihak seperti Polda Kalteng dan Korem Panju Panjung yang menyatakan diri siap untuk membantu dengan menjemput para lansia untuk vaksinasi.
Data terbaru Satgas menunjukan progres vaksinasi kelompok lansia Kalteng baru mencapai 19.573 orang atau 10,20 persen dari target 191.817 orang.
--page
Jika dipersentasekan dari tiap daerah Kalteng progresnya Murung Raya dengan total vaksinasi 8,62 persen, Kotawaringin Barat dengan total vaksinasi 22,02 persen, Katingan dengan total vaksinasi 8,35 persen.
Kemudian, Lamandau dengan total vaksinasi 14,38 persen, Palangka Raya dengan total vaksinasi 18,98 persen, Sukamara dengan total vaksinasi 25,24 persen, Kapuas dengan total vaksinasi 3,41 persen.
Lalu, Kotawaringin Timur dengan total vaksinasi 6,25 persen, Barito Utara dengan total vaksinasi 8,09 persen, Gunung Mas dengan total vaksinasi 6,34 persen.
Kelompok terakhir ada Pulang Pisau dengan total vaksinasi 8,94 persen, Seruyan dengan total vaksinasi 10,88 persen, Barito Timur dengan total vaksinasi 5,79 persen, Barito Selatan dengan total vaksinasi 12,79 persen. (HERMAWAN DP/B-7)









