PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Masyarakat Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) dan Kalimantan Tengah pada umumnya. Patut bangga dengan atlet muda asal Kota Manis Pangkalan Bun beranama Ridho Syuhada Putra.

Pasalnya ia mampu bergabung dan memperkuat tim sepakbola dalam program Garuda Select III. Tak tanggung - tanggung, pemain yang beralamat tinggal di Desa Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan ini masuk kriteria pemain berbakat asal Indonesia yang dipilih oleh mantan pemain Chelsea Dennis Wise, selaku Direktur Sepak Bola Garuda Select.

Diketahui ada 21 pemain Garuda Select III telah selesai memusatkan pelatihan secara insentif di Eropa. Dari 21 pemain Garuda Select III, Ridho Syuhada Putra menjadi pemain satu - satunya dari Kalimantan Tengah.

Perjalanan Ridho hingga mampu bergabung dengan skuad Garuda Select III, semua berawal saat Ridho mengikuti kompetisi Elite Pro Academy (EPA). Dari situ semua jalan terbuka lebar dan penampilannya dilirik pamantau bakat Garuda Select.

"Awalnya saya main di PSIS Semarang Elite Pro Academy. Dari situ berkesempatan untuk ikut seleksi Garuda Select di Jakarta. Saat itu yang pantau langsung coach Dennis Wise, Des Walker, dan Indra Sjafri," kata Ridho saat ditanya usai berlatih di lapangan Pasir Panjang, Jumat 28 Mei 2021.

--page

Saat mengikuti seleksi, dia berlatih keras dan mencoba menampilkan yang terbaik. Seraya berharap dan terus berdoa agar bisa lolos. Sebab, masuk Tim Garuda Select merupakan salah satu impiannya untuk mewujudkan cita - citanya menjadi pemain bola profesional.

"Alhmdulillah saya sangat bersyukur, karena saya diumumkan lolos dalam 21 skuad Garuda Select III untuk berlatih di Eropa," ujarnya.

Singkat cerita, Ridho dipercaya bermain dalam sejumlah pertandingan. Tak hanya melawan tim bola Inggris, dia juga tampil ketika Garuda Select menghadapi tim - tim asal Italia.

Selama menempuh pendidikan, pemuda kelahiran 18 Juni 2004 ini mendapat banyak hal dan ilmu yang sebelumnya kurang dia pahami dalam sepak bola. Salah satu yang utama ialah tentang kedisiplinan tingkat tinggi, di Garuda Select ini pemain jangan sampai telat berlatih maupun istirahat.

"Awalnya bingung kendala bahasa namun Alhamdulillah ada penerjemah yang membimbingnya. Selain dilatih disiplin tinggi, juga pemain diminta menjaga masalah makan, dimana para pemain dilarang makan makanan yang berminyak," ucap Ridho Syuhada Putra.

Selanjutnya pelatih juga mengajarkan cara bermain bola yang benar, mulai pasing dan juga berlari. Bahkan berlaripun dihitung, berapa kali pemain mendapatkan bola, berapa kali pemain salah pasing. Itu semua dihitungnya.

"Pesan pelatih kepada kita itu ialah agar tetap semangat. Kita jangan pandang besar lawan. Kita harus hadapi dan terus bermain maksimal," tuturnya.

Ridho berharap tahun depan bisa dipanggil lagi oleh Timnas U-19 dan U-23 demi menuntaskan misinya yang ingin membanggakan orang tuanya dan masyarakat Kalimantan Tengah, khususnya Kotawaringin Barat. Dia juga bercita-cita membela Timnas Indonesia Senior nantinya. (DANANG/B-6)