BORNEONEWS, Sampit - Pandemi covid-19 yang masih melanda Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sangat berdampak terhadap pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di daerah ini.
Bahkan, dalam kurun waktu 1 tahun terakhir sejak pandemi covid-19 melanda, puluhan pelaku UMKM terpaksa banting setir mencari pekerjaan lain untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Ketua UMKM Harati Berkah, Rahmat Noor mengungkapkan, ada 26 pelaku UMKM yang merupakan binaan mereka terpaksa mencari pekerjaan lain. Karena, tidak dapat berjalan dan membiayai produksi serta kebutuhan hidup mereka.
"Selama pandemi ini, kawan-kawan di UMKM Harati sudah banyak yang banting setir. Salah satu penyebabnya juga, kesulitan untuk memasarkan produk," ujar Rahmat, Sabtu, 29 Mei 2021.
Pelaku UMKM yang terpaksa banting stir tersebut rata-rata menjalankan usaha bidang kuliner camilan khas Kotim.
"Selama pandemi ini, baru dua kali event UMKM yang digelar di daerah ini. Dan itulah yang menjadi faktor utama pelaku UMKM banyak yang banting setir," kata Rahmat.
Keadaan tersebut juga dibarengi dengan belum adanya terobosan dari pemerintah daerah untuk membantu pelaku UMKM.
--page
Padahal, keberadaan UMKM sangatlah penting bagi perekonomian masyarakat kecil. Terutama dalam memenuhi kebutuhan hidup mereka.
"Tentu kami berharap, agar ada perhatian serius dari pemerintah daerah guna menggeliatkan lagi UMKM di daerah ini," harap Rahmat.
Sementara, UMKM Harati Berkah sendiri memiliki 63 anggota. Dan saat ini yang masih aktif tidak terlalu banyak. Sementara, kelompok UMKM di Kotim sendiri setidaknya kurang lebih ada 18 kelompok. Dengan masing-masing puluhan binaan. Dan rata-rata mereka juga mengalami hal yang sama. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)









