BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Ketua III DPRD Kalteng, Faridawaty Darland Atjeh berkunjung ke BPBD Kapuas. Dalam kunjungan itu, dia prihatin setelah melihat kerusakan kantor.
"Kantor yang harusnya menjadi pusat dari penanggulangan bencana justru mengalami 'bencana'," kata Faridawaty, Sabtu, 29 Mei 2021.
Dia mengatakan, nyaris sebagian besar bangunan kantor BPBD Kapuas tidak dapat digunakan. Bahkan, ada beberapa bagian kantor yang sudah ambruk.
Padahal, kata Farida BPBD Kapuas sebenarnya sudah mendapat alokasi anggaran DBH tahun 2020 dari pusat untuk perbaikan.
"Tapi entah apa alasannya, ditangguhkan atau dibatalkan kepala daerahnya. Saya juga belum mengerti betul terkait anggaran itu," ujarnya.
Dia menambahkan, tanah seluas kurang lebih 2 hektare tempat bangunan kantor BPBD tersebut berdiri sudah dihibahkan oleh Gubernur Kalteng. Sehingga, untuk saat ini sudah menjadi aset daerah Kapuas.
--page
"Kita patut apresiasi Kepala BPBD Kapuas yang cukup piawai mendapatakan bantuan anggaran dari pusat, demi upaya meningkatkan prestasi daerah tanpa banyak mengerogoti APBD. Dan sebenarnya ini menguntungkan bagi daerah," tukasnya. (DONNY D/B-11)









