SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Sebagian masyarakat berpandangan menjadi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sulit berkembang untuk menghasilkan keuntungan.

Pasalnya, kebanyakan orang berpikir keuntungan dan pemasarannya sangat sulit. Apalagi, produk yang dijual atau dikembangkan tidak banyak dikenal orang. 

Akan tetapi, menurut Ketua UMKM Harati Berkah Rahmat Noor, UMKM adalah peluang usaha atau pekerjaan yang menjanjikan. Asalkan, bisa konsisten terhadap produk yang dijual. 

Bahkan jika hal tersebut dijalankan, maka dampaknya sangat besar terhadap perekonomian keluarga.

"Sebenarnya, tinggal diri sendiri yang hendak membawa UMKM. Namun yang terpenting adalah konsistensi dalam menjalankannya," ujar Rahmat, Sabtu 29 Mei 2021. 

Dia mengaku sudah bergerak sebagai pelaku UMKM sejak tahun 2018 lalu. Dan masih berjalan hingga saat ini. Motivasi awalnya hanyalah untuk menggali potensi daerah, agar memiliki ciri khas yang bisa dikenal hingga luar. 

Namun setelah dijalankan dengan konsisten dan sabar, ternyata hasilnya cukup menguntungkan. Bahkan bisa memenuhi kebutuhan hidupnya. 

--page

Dia saat ini telah mengembangkan produk makanan dan camilan berbahan baku nanas atau dikenal di Kotim kanas gantang. Produk olahannya, seperti kerupuk, es krim, sari nanas, dan minuman kemasan dari nanas.

Hasilnya, cukup memuaskan. Bahkan sebelum pandemi Covid-19 melanda. Dalam sebulan, dia bisa mendapatkan keuntungan hingga Rp 3 juta lebih. 

Dia mengaku memang tidak mudah untuk mencapai tujuan yang dikehendaki. Namun kegigihan dan konsistensi adalah kunci utama, jika hendak sukses menjadi pelaku UMKM. 

"Saat ini kami terus berjuang agar UMKM tetap tumbuh di masa pandemi covid-19. Dan itulah sebagai upaya agar perekonomian masyarakat kecil bisa kembali menggeliat," terang Rahmat. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)