BORNEONEWS, Sampit - Wakil Ketua DPRD Kotawaringin Timur, Rudianur menyebutkan penanganan jalan di lingkar selatan, Sampit, Kotim kian tidak jelas. Terutama kejelasan penanganan jalan itu dari pemerintah provinsi. Selain itu juga penanganan sementara ini dilakukan seadanya.
Diperkirakan bila diguyur hujan dalam satu sampai dua hari maka jalan itu terancam rusak parah. Bahkan para sopir akan kembali merangsek dengan truk ukuran jumbo itu ke dalam jalanan Kota Sampit.
"Penanganannya tidak jelas. Bahkan kabar terbaru anggaran yang dijanjikan Rp10 miliar itu kini sudah tidak tersedia lagi," tukasnya.
Menurut politisi Golkar itu bila dalam beberapa hari saja dilanda hujan deras maka kultur tanah yang digunakan untuk timbunan ruas jalan itu akan berubah menjadi lumpur.
“Artinya selamat datang kembali truk-truk fuso, ukuran jumbo melindas aspal-aspal dalam Kota Sampit termasuk jalan yang baru selesai diaspal itu," katanya.
--page
Saat ini jalan itu difungsionalkan berkat dari kerjasama dan kepedulian sejumlah dunia usaha untuk menyumbang timbunan agregat untuk sejumlah jalan.
Sayangnya tidak semua dunia usaha yang berpartisipasi untuk itu, masih banyak dunia usaha yang tidak peduli dan ikut serta dalam upaya perbaikan jalan tersebut. (NACO/B-6)









