PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kalimantan Tengah (Kalteng) menyampaikan hanya melakukan vaksinasi tidak cukup memberikan perlindungan prima.

“Perlu diingat bahwa vaksinasi saja belum cukup memberi perlindungan prima dalam mencegah penularan,” sebut Ketua Satgas Sugianto Sabran melalui Kepala Bagian Kehumasan Satgas Agus Siswadi dalam data rilisnya.

Karena, lanjut dia, seluruh jenis pengendalian Covid-19 saling melengkapi, tidak bisa berdiri sendiri dan dijalankan dalam waktu bersamaan. Saat ini masih memfokuskan pada kelompok rentan terpapar Covid-19.

“Karena itu juga, untuk vaksin terhadap anak-anak belum diutamakan mengingat di tingkat dunia sebagian merk vaksin belum sepenuhnya diuji pada kategori pada anak-anak,” tambahnya.

Satgas menyampaikan saat ini Indonesia fokus kelompok rentan, dan secara statistik didominasi usia 18 tahun. Hal ini dilakukan untuk memperlambat laju penularan.

--page

Lalu, perkembangan terbaru dari hasil Whole Genome Sequencing (WGS) per 25 Mei 2021, ada sebanyak 1.744 WGS yang dikumpulkan ke bank data GISAIDM, dimana sebanyak 1.711 diantaranya sudah selesai dilakukan.

Sedangkan untuk varian of concern yang terdeteksi ialah jenis B117 sebanyak 16 kasus, varian B1617+ sebanyak 27 kasus, varian B1351 sebanyak 2 kasus dan varian B1525 sebanyak 1 kasus.

Namun Satgas meminta masyarakat sebaiknya tidak fokus terhadap penemuan varian virus. Melainkan adanya data terbaru hasil WGS dijadikan upaya meningkatkan kewaspadaan dengan semakin mematuhi protokol kesehatan.

“Dijadikan upaya meningkatkan kewaspadaan dengan semakin mematuhi protokol kesehatan. Dan adanya varian baru tidak menimbulkan ketakutan yang berlebihan. Karena dapat berujung pada melemahkan imunitas diri,” tandasnya. (HERMAWAN DP/B-5)