SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Isal (60), warga Desa Jaya Karet, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang menjadi korban serangan buaya mengaku sempat tidak tidak tahu dan merasa terluka.

"Saat kejadian, saya tidak merasa sama sekali ada gigitan buaya di paha kanan saya. Setelah masuk ke dalam rumah, barulah saya mengetahui ada luka di kaki," kata Isal saat ditemui Komandan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit, Muriansyah, Selasa, 1 Juni 2020. 

Isal menceritakan, ketika itu dirinya mengambil wudhu di Sungai Mentaya. Setelah selesai, dia naik titian tangga yang ada di dapur rumahnya. 

Saat sampai di tangga ketiga, tiba-tiba ia mendengar seperti ada pohon terjatuh. Setelah dilihat ke belakang, ternyata terlihat seekor buaya yang tersangkut di tangga pinggir sungai tersebut. 

Melihat ada buaya, dia pun bergegas masuk ke dalam rumah. Pada saat itulah, ia baru sadar ternyata paha kanannya mengalami luka bekas serangan buaya. 

"Sore tadi saya bertemu korban dan ternyata korban sempat tidak tahu dirinya diserang buaya. Karena luka yang dialami baru terasa setelah masuk ke dalam rumah," kata Muriansyah. 

Saat ini kondisi korban sudah mendingan. Dan sudah bisa berjalan di sekitar rumahnya. Namun untuk beraktivitas lebih berat masih belum bisa. 

--page

Sementara, buaya tersebut menyerang korban pada Senin, 31 Mei 2021, sekitar pukul 18.59 WIB. Saat selesai mengambil wudhu di Sungai Mentaya. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)