PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Warga sekitar daerah aliran sungai Kapitan Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) merasa resah. Pasalnya, bangkai seekor sapi ditemukan terbawa arus di sungai setempat dan telah mengeluarkan bau cukup menyengat. 

Bangkai sapi berwarna cokelat tersebut mengambang di atas permukaan air dan hanyut dari arah belum diketahui pasti, sejak dua hari yang lalu di kawasan pemukiman warga.

"Diduga, sapi dewasa itu telah mati sekitar dua hari lalu itu. Sebab, kondisi bangkai telah mengembung dan berbau busuk," kata Alam JR yang memposting foto bangkai sapi di pemukiman warga, Kamis, 3 Juni 2021.

Belum diketahui siapa pemilik sapi dan penyebab kematianya. Apakah karena tenggelam kemudian hanyut atau telah mati sebelumnya dan sengaja dibuang oleh pemiliknya.

Namun, berdasarkan keterangan Alam, tercium bau busuk, akan tetapi kalau perut bengkaknya pecah aromanya pasti akan luar biasa sekali.

--page

"Saya lihat dari tadi siang masih mengambang mengikuti arus bangkai sapi tak bertuan mondar mandir di DAS Kumai, sekarang singgah di bantaran sungai pemukiman warga," ungkapnya.

Berdasarkan keterangan warga sekitar, bangkai sapi tersebut sudah dialihkan ke laut oleh warga setempat, tapi kalau air pasang ada kemungkinkan bangkai akan mengarah ke pinggir lagi. (DANANG/B-7)