BORNEONEWS, Sampit - Kemunculan beruang madu di daerah permukiman warga Kelurahan Baamang Hulu dan Baamang Barat, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mengkhawatirkan masyarakat.
Dari laporan masyarakat kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit, beruang madu muncul di daerah permukiman Jalan Water Hugo, areal perumahan, Kelurahan Baamang Barat, Kecamatan Baamang, Sampit.
Ada 2 ekor beruang madu besar yang masuk ke daerah permukiman. Sehingga masyarakat khawatir menjadi korban serangan hewan dilindungi tersebut.
"Setelah menerima laporan tersebut, kami melakukan pengecekan lokasi, dan ternyata beruang tersebut muncul saat malam hari," ujar Komandan BKSDA Pos Jaga Sampit Muriansyah, Kamis, 03 Juni 2021.
Dirinya mengecek lokasi sekitar, dan menemukan beberapa kandang ayam. Sehingga diduga, beruang tersebut diduga mengincar ternak milik warga itu. Karena di areal tersebut tidak ada kebun buah-buahan ataupun tumpukan sampah rumah tangga.
--page
Selain di lokasi tersebut, pihaknya juga mengecek lokasi kemunculan beruang di Jalan Tjilik Riwut Km 4,5, Kelurahan Baamang Hulu. Dari keterangan warga, mereka melihat 2 ekor beruang muncul pada malam hari.
"Dari keterangan warga, beruang sudah beberapa kali muncul, ada yang melihat 1 ekor, ada juga yang melihat 2 ekor," kata Muriansyah.
Di areal kemunculan, ditemukan kebun nanas. Yang diduga menjadi makanan bagi beruang tersebut. Menindaklanjuti kedua lokasi itu, pihaknya memberikan imbauan agar masyarakat berhati-hati. Terutama saat malam hari. Jika melihat, maka segera melapor kepada pihaknya.
"Jika nanti ada warga yang kembali melihat, kami akan segera memasang perangkap di lokasi tersebut," terang Muriansyah. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)









