BORNEONEWS, Palangka Raya - Asisten II Setda Kalteng H. Nurul Edy membuka acara penilaian kinerja Kabupaten dan Kota dalam rangka pelaksanaan 8 aksi konvergensi penurunan stunting tahun 2021 di Aula Bappedalitbang, Kamis 3 Juni 2021.
Dia mengatakan stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak di bawah lima tahun (balita), akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang terutama pada 1.000 hari Pertama Kehidupan (HPK).
"Pencegahan stunting sangatlah penting untuk dilakukan sedini mungkin, guna membebaskan setiap anak Indonesia dari risiko terhambatnya perkembangan otak, yang menyebabkan tingkat kecerdasan anak tidak maksimal," katanya.
Edy menjelaskan untuk menurunkan angka stunting, harus memastikan akses pelayanan kesehatan bagi ibu hamil maupun balita di puskesmas dan posyandu tetap berlangsung, tidak berhenti ditengah pandemi Covid-19.
"Selai itu tetap melakukan edukasi, sosialisasi bagi ibu-ibu hamil dan juga keluarga, sehingga meningkatkan pemahaman untuk pencegahan stunting," ujarnya.
--page
Berdasarkan dari hasil Studi Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2019 prevalensi stunting tertinggi ada di Kabupaten Kapuas 42,37 persen dan terendah di kabupaten Murung Raya 17,45 persen. (NOPRI/B-5)









