PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Budidaya percontohan ikan lele dalam keramba yang dikembangkan Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Barito Timur di Bendungan Tampa Kecamatan Paku berhasil dipanen dalam 2 bulan.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan, Mishael melalui Kabid Perikanan Noveta Wijayanti mengungkapkan keramba percontohan yang ditempatkan di tersebut berjumlah 8.

"Lima keramba untuk ikan lele dan tiga keramba untuk ikan nila, tapi ikan nila belum dipanen. Jumlah benih lele yang dipelihara ada 4.000 ekor," kata Noveta di Tamiang Layang, Kamis, 3 Juni 2021.

Menurutnya, bobot lele jenis Sangkuriang yang dipelihara selama 2 bulan itu mencapai berat  2 ons hingga 2,5 ons per ekor, sehingga dalam  setiap kilogram timbangan terdapat 4 hingga 5 ekor lele.

"Hasil panen semua terjual ke pengepul dengan harga Rp 20 ribu per kilogram," jelasnya.

Melihat potensi budidaya lele yang cukup bagus dari keramba percontohan tersebut, dinas perikanan dan pertanian berencana meningkatkan pemberdayaan pelaku usaha budidaya perikanan di Bendungan Tampa.

"Kami ada rencana pengembangan kawasan budidaya ikan lokal atau kampung ikan lokal dalam bentuk kolam-kolam sepanjang kiri-kanan jalan masuk ke Bendungan Tampa serta keramba yang ada di bendungan," imbuhnya.

--page

Dia berharap program dan kegiatan percontohan itu dapat memotivasi pembudidaya ikan yang lain untuk mengembangkan ikan lele dalam keramba.

"Prospek usaha perikanan ini menjanjikan karena masa pemeliharaan singkat dan pemasarannya juga mudah, sudah ada pengepul yang siap membeli dengan harga yang pantas. Lele juga memiliki nilai gizi yang tinggi untuk konsumsi keluarga," papar Noveta. (BOLE MALO)