BORNEONEWS, Kuala Pembuang – Ribuan ikan Nila di keramba jaring apung milik warga di Desa Pematang Limau, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan mati tanpa sebab. Peristiwa itu sudah terjadi sejak beberapa pekan terakhir.
“Ribuan ikan di keramba jaring apung yang mati mendadak ini, kebanyakan baru di tebar dan ada juga yang sudah siap panen,” kata Frengki Trimajaya salah satu pembudidaya, Jumat, 4 Juni 2021.
Menurutnya, kerugian yang di derita warga sudah tidak terhitung, sebab kematian ikan di keramba jaring apung ini, terjadi pada semua keramba yang ada di desa setempat.
Ia menuturkan, di keramba yang di usahakannya saja, bibit ikan baru di tebar dalam beberapa lubang keramba, mati dengan jumlah ribuan ekor.
“Ada satu lubang yang sempat diisi dengan 4000 an bibit ikan , hanya tersisa sekitar 500 an, begitu juga pada lubang keramba lainnya, disi dengan 2000 an bibit ikan, tersisa kurang dari separuhnya, “ ungkapnya.
--page
Mewakili pembudidaya lainnya, ia berharap agar dinas terkait bisa turun tangan membantu para pembudidaya, paling tidak membantu mencarikan solusi untuk mengatasi kematian ikan ini.
“Karena kami sebagai pembudidaya tidak mengetahui secara persis apa penyebabnya, maka kami meminta agar pemerintah daerah bisa turun tangan membantu mengatasi hal ini, agar kami tidak terus merugi,” tandasnya. (FAHRUL/B-5)









