BORNEONEWS, Palangka Raya - Melalui rilisnya, Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro mengungkapkan bahwa Kota Palangka Raya dan Sampit pada bulan Mei 2021 yang lalu telah mengalami inflasi.
Eko menerangkan, inflasi di Palangka Raya terjadi sebesar 0,45 persen atau mengalami peningkatan indeks harga dari 105,70 di bulan April menjadi 106,18 pada Mei 2021.
"Inflasi ini terjadi karena adanya peningkatan indeks harga pada kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,00 persen, perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,88 persen, serta pakaian dan alas kaki 0,52 persen," sebutnya, Jumat, 4 Juni 2021.
Kemudian, untuk inflasi tahun kalender di Palangka Raya yaitu sebesar 1,00 persen hal ini terjadi akibat peningkatan indeks harga pada kelompok makanan, minuman dan tembakau 3,12 persen, pakaian dan alas kaki 1,73 persen, serta rekreasi, olahraga, dan budaya 1,20 persen.
Selanjutnya, inflasi tahun ke tahun sebesar 1,21 persen terjadi akibat peningkatan indeks harga pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 6,26 persen, kesehatan 2,54 persen, dan pakaian dan alas kaki 2,36 persen.
--page
Sedangkan, inflasi terjadi di Sampit yaitu sebesar 0,40 persen selama bulan Mei 2021 atau mengalami kenaikan indeks harga dari 106,09 pada April menjadi 106,51 di Mei 2021.
Inflasi ini terjadi karena dipengaruhi oleh peningkatan indeks harga pada kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,85 persen, perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,50 persen, serta pakaian dan alas kaki 0,34.
Inflasi tahun kalender di Sampit yakni 0,96 persen yang dipengaruhi secara umum oleh kenaikan indeks harga dari kelompok kesehatan 22,13 persen, makanan, minuman dan tembakau 1,81 persen, serta penyedia makanan dan minuman/restoran 1,78 persen.
Lalu, inflasi tahun ke tahunnya sebesar 1,98 persen dan melaju positif yang disebabkan oleh peningkatan indeks harga kelompok kesehatan 22,43 persen, perawatan pribadi dan jasa lainnya 5,46 persen, dan penyedian makanan dan minuman/restoran 2,63 persen. (DONNY D/B-7)









