SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Ketua Komisi IV DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Dadang H Syamsu mengaku risih dengan kondisi jalan lingkar yang tidak tertangani itu.

Menurut Dadang, tidak sedikit ada pihak yang tidak memahami status penanganan jalan itu. Justru ada yang menyalahkan pihak kabupaten dan DPRD yang tidak peduli.

“Konteksnya masih ada yang tidak paham jalan itu kewenangan siapa dan anggaran dari mana, ruas jalan itu statusnya milik pemprov bukan milik kabupaten jadi konsekuensi anggaranya ada di provinsi bukan di  pemerintah kabupaten," kata Dadang, Jumat, 4 Juni 2021.

Jadi, kata Politisi PAN tersebut, selama ini, perlu dipahami jangan dipersalahkan kabupaten dan DPRD, karena ranah itu bukan di mereka.

Di satu sisi, Dadang mengkhawatirkan jika tidak ditanganinya jalan lingkar selatan ini, maka Jalan  Jenderal Sudirman tepatnya di depan gedung DPRD dan Kantor Bupati Kotim itu akan kembali rusak, padahal baru saja diaspal.

--page

"Konsekuensinya harus kita bayar mahal, jalan rusak di Sudirman akan terjadi karena dilintasi kendaraan berat di atas 8 ton. Jadi menurut saya pengaspalan Jalan Sudirman yang baru selesai akan sia-sia, truk angkutan itu masuk kota lagi," tandasnya. (NACO/B-7)