BORNEONEWS, Muara Teweh - Sekolah Dasar Negeri (SDN) 10 Melayu Muara Teweh menerapkan 6 inovasi pendidikan yang sudah dideklarasikan sejak tahun lalu. Adapun 6 inovasi ini dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan.
Terkait itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparpora) Hj Annisa Cahayawati mengapresiasi inovasi yang dilakukan ini. Apalagi salah satunya sejalan dengan program pemerintah.
Dia mengatakan, SDN 10 Melayu ini turut berkolaborasi membangun dan mengenalkan sejak dini budaya dan pariwisata Barito Utara kepada siswa.
“Budaya merupakan jantung pariwisata. Dengan kolaborasi bersama, semoga budaya dan pariwisata di Kabupaten Barito Utara semakin berkembang dan dikenal,” kata Annisa Cahyawati.
Sementara itu, Kepala SDN 10 Melayu Muara Teweh, Sri Rahmah, Jumat, 4 Juni 2021 mengatakan telah mendelakrasikan 6 (enam) inovasi itu yakni CITA SURI (cuci tangan sebelum dan sesudah berkegiatan) BATU (taman budaya Barito Utara), BESI (bilik ekspresi), GEMBIRA (gemar membaca demi bangun negara), SESAMA (sehat sarapan bersama), dan terakhir BUTIK (budaya diet plastik).
--page
“Ke enam inovasi tersebut telah kami terapkan dan kami laksanakan secara efektif serta terjadwal. Dan ini berhasil meningkatkan semangat belajar peserta didik,” kata Sri Rahmah. (RAMADHANI/B-11)









