BORNEONEWS, Palangka Raya – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggelar coaching clinic atau pendampingan pelatih ahli bersama dengan LPMP Kalteng di Aquarius Boutique pada Sabtu 5 Juni 2021.
“Program sekolah penggerak ini merupakan bagian dari kebijakan merdeka belajar,” kata Koordinator Pokja Publikasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Isniati Sulistiani.
Ia berharap melalui coaching clinic nantinya akan lahir pelatih ahli dari program sekolah penggerak yang memang saat ini sedang dicanangkan oleh Kemendikbud.
Isniati menjelaskan untuk program merdeka belajar sebenarnya memiliki beberapa episode dan saat ini sudah masuk ke sekolah penggerak di episode ke tujuh.
“Sekolah penggerak sudah diluncurkan pada 1 Februari 2021 lalu,” tuturnya.
--page
Ia menerangkan program sekolah penggerak sedikit berbeda dengan guru penggerak. Program sekolah penggerak yang dinilai adalah kepala sekolah. Penilaian akan mengesampingkan fasilitas sekolah maupun kondisi sekolah.
“Bagaimanapun kondisi sekolahnya jika kepala sekolahnya berdedikasi dan baik maka akan tetap dijadikan sekolah penggerak,” tandasnya. (HERMAWAN DP/B-5)









