PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Perkembangan teknologi seperti sekarang ini bukan hanya dapat memberikan dampak positif, namun juga bisa menimbulkan dampak negatif.

Salah satu dampak negatif yang kerap kali muncul di tengah masyarakat adalah sering kali beredar informasi bohong atau yang lebih sering dikenal dengan kata hoaks.

"Informasi palsu atau hoaks ini bisa menjadi pemicu munculnya kesalahpahaman sehingga menimbulkan keributan, keresahan, perselisihan bahkan ujaran kebencian," kata Plt Kepala Diskominfosantik Kalteng, Agus Siswandi.

Dia menerangkan, di Kalteng sendiri informasi hoaks yang kerap kali beredar dan belum tentu benar yaitu terkait vaksin serta Covid-19.

Dijelaskannya, informasi hoaks tersebut muncul akibat ulah oknum orang yang tidak bertanggung jawab. Hoaks dikemas dengan menarik dan dijual menjadi kebenaran sehingga dianggap benar.

--page


Yang memprihatinkan adalah masyarakat lebih cenderung menerima dengan cepat setiap informasi yang beredar dan membagikannya ketimbang mencari kebenaran informasi itu terlebih dahulu.

"Jadi pola ini yang harus dapat diubah masyarakat, ada baiknya setiap informasi sebelum di sebar luaskan lakukan saring selum sharing, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman," harapnya. (DONNY D/B-7)