MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh – Vaksinasi Covid-19 terus dilakukan baik di Puskesmas  maupun lainnya di Kabupaten Barito Utara. Namun, jumlah vaksinasi untuk orang lanjut usia (Lansia) masih jauh dari yang ditargetkan.

Dalam pemberian vaksinasi tahap pertama ditargetkan 11.824 lansia, tapi hanya tercapai 1.233. Kemudian, pada vaksinasi tahap ke dua pencapaian turun hanya sekitar 424 lansia.

Kepala Dinas Kesehatan Barito Utara H Siswandoyo melalui Kepala Seksi Surveilan Imunisasi Kesehatan Haji (Kasi SIKH), Basirun mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan upaya untuk mencapai target terutama pemberian vaksinasi kepada lansia.

"Nilai capaian ini memang masih jauh dari apa yang ditargetkan (diharapkan), namun inilah usaha maksimal yang telah kami upayakan pada vaksinasi untuk Lansia. Sosialisasi selalu dilaksanakan, puskesmas dan pustu di daerah ini juga sudah melayani," kata Basirun, Sabtu 5 Juni 2021.

Basirun juga menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang menjadi kendala bagi pihaknya dalam memberikan vaksinasi kepada masyarakat ataupun lansia. Yakni komorbid yang ditemukan seusai screening pada calon penerima vaksin dan juga berita hoax tentang kasus lanjutan vaksinasi yang ditakutkan oleh masyarakat.

--page

"Ada beberapa orang yang akan diberikan vaksinasi batal karena komorbid, dan yang paling disayangkan beberapa lansia atau masyarakat merasa takut untuk divaksin," kata Basirun.

Untuk isu transportasi, lanjutnya, yang tidak memungkinkan bukanlah menjadi masalah, karena Dinkes Barito Utara telah menyediakan transportasi agar para calon penerima vaksin dapat dijemput dan diantarkan ke Posko, ataupun tempat pelaksanaan vaksin terdekat. Seperti yang telah disediakan di Sei Rahayu, Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara.

Basirun melanjutkan, komorbid menjadi salah satu istilah yang sering terdengar selama pandemi Covid-19. Sederhananya, penyakit komorbid adalah penyakit penyerta yang dialami pasien.

“Istilah ini menjadi sering terdengar karena seseorang yang memiliki komorbid disebut berisiko mengalami kondisi parah saat terinfeksi virus Corona,” terangnya.(RAMADHANI/B-7)