BORNEONEWS, Tamiang Layang - BPBD Damkar Barito Timur memantau penerapan protokol kesehatan atau prokes pada misa calon komuni pertama tahun 2021 di Gereja Katolik Santo Mikael Tamiang Layang, Sabtu, 5 Juni 2021.
Kepala Pelaksana BPBD Damkar Bartim, Riza Rahmadi menjelaskan, hal tersebut dilakukan sebagai langkah pencegahan penyebaran sekaligus percepatan penanganan covid-19.
"Dalam kegiatan yang dilaksanakan tanggal 5 dan 6 Juni 2021 ini, panitia telah menandatangani komitmen bersama untuk menerapkan physical distancing dan social distancing selama proses kegiatan," kata Riza di Tamiang Layang.
Selain itu, panitia juga wajib menyiapkan tempat cuci tangan, tisu dan bak sampah di pintu masuk. Menyiapkan petugas yang cukup untuk melaksanakan protokol kesehatan.
Seluruh peserta dan penyelenggara kegiatan juga harus dipastikan dalam kondisi sehat dengan pengecekan suhu tubuh menggunakan thermogun, serta selalu mengenakan masker selama kegiatan.
"Ruangan tempat kegiatan harus disterilisasi dengan disinfektan sebelum dan sesudah acara dilakukan, meja dan kursi juga disterilisasi dengan disinfektan setiap pergantian sesi atau pada istirahat," imbuh Riza.
Tempat duduk bagi peserta kegiatan diatur dengan jarak 1,5 meter untuk menghindari kontak fisik secara langsung. Panitia juga diminta untuk menyiapkan masker cadangan untuk peserta yang datang tidak menggunakan masker serta handsanitizer di pintu masuk dan toilet.
--page
Untuk penyajian makanan, lanjut dia, panitia diminta untuk menyediakan makanan dalam wadah kotak serta pencatatan buku tamu hanya dilakukan oleh satu orang.
"Tadi sudah dicek, semua yang tertuang dalam komitmen bersama sudah di penuhi oleh panitia. Kami berharap upaya panitia tersebut dapat didukung oleh peserta kegiatan dengan mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan," kata Riza. (BOLE MALO/B-11)









