BORNEONEWS, Palangka Raya - Industri Kecil Menengah (IKM) di Palangka Raya selama ini mengalami kendala dalam pemasaran produk. Untuk itu, pemerintah setempat diharapkan membentuk kebijakan guna membantu pemasaran.
Kendala ini salah satunya dirasakan oleh IKM Kereng Bangkirai Tau Hinje yang bergerak pada produk-produk kerajinan olahan tangan seperti ukiran dari kayu anyaman berbahan dasar purun, dan juga hasil alam berupa madu kelulut, kayu bajakah dan tanaman khas Dayak.
"IKM Tau Hinje masih ada kendala yang di hadapi salah satunya adalah dari segi pemasaran, beberapa kepastian market para pengrajin yang melakukan inovasi dan kreatif dalam kepastian pangsa pasarnya," kata Lurah Kereng Bangkirai Fitriyaturrahman, Minggu 6 Juni 2021.
Pengrajin yang tergabung didalam IKM Tau Hinje ada yang baru memulai karir usahanya dan ada juga yang sudah berjalan lama. Dalam hal ini sangat dibutuhkan dukungan dari Pemerintah setempat melalui Dinas UMKM Perdagangan dan Perindustrian.
Fitriyaturrahman juga menyampaikan itu saat menjadi narasumber dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Tahun 2021.
--page
"Kami meminta regulasi agar pemerintah menggunakan produk-produk yang di hasilkan oleh IKM terutama seperti sedotan dan sandal yang berbahan dasar dari purun karena bisa mengurangi sampah plastik dan juga ramah lingkungan sembari menjaga kearifan lokal," pungkasnya. (HENDRI/B-11)









