PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Seorang wanita 40 tahun yang mengalami gangguan mental ini cukup memprihatinkan. Menurut pengakuan orang tuanya Bahriah (70) setelah anaknya dirawat di Rumah Sakit  Jiwa Kalawa Atei, kini kondisinya semakin parah.

"Sebelum dibawa oleh dinas sosial ke RS jiwa, anak saya tidak begitu parah. Tapi setelah dirawat selama 20 hari dan dikembalikan ke sini, tambah parah pak, salah satunya, kalau keluar rumah bajunya dilepas telanjang bulat, dia itu perempuan pak," ujar salah satu keluarganya yang diamini Bahriah saat ditemui di kediamannya Jalan Mahir Mahar Km 3,5 Kecamatan Sebangau, Kota Palangka Raya, Minggu 6 Juni 2021.

Bahriah menuturkan setelah tempat tinggalnya tidak ada lagi akibat mengalami musibah kebakaran sebelum hari puasa, Bahriah untuk saat ini hanya menumpang tinggal disebuah ruko belum jadi milik orang lain di Jalan Mahir Mahar.

Sejak suami Bahriah meninggal, dia hidup bertiga dengan anaknya yang mengalami gangguan mental di ruko itu yang di depannya hanya ditutupi dengan seng saja. 

Namun seusai Wahyu (35) meninggal akibat tabrak lari, akhirnya nenek ini hanya tinggal berdua saja dengan anak perempuannya yang juga mengalami gangguan jiwa.

--page

Di tempat itu, tidak ada air bersih, Bahriah hanya memanfaatkan air dalam kubangan yang tidak layak untuk mandi dan lainnya.

Ia berharap kepada Pemerintah Kota Palangka Raya agar bisa membantu air bersih seperti dibuatkan sumur bor. Bahriah sehari-harinya berprofesi sebagai tukang urut untuk memenuhi kebutuhannya. (PARLIN TAMBUNAN/B-6)