BORNEONEWS, Sampit - Yelni alias Iyel merupakan korban kedua sejak beberapa tahun terakhir ini atas keganasan buaya di Sungai Cempaga.
Pada 28 Desember 2017, Basuni, warga Desa Sungai Paring, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur harus menerima luka jahit di tangannya.
Saat itu dia turun ke lanting di bentaran sungai Cempaga tersebut dan tangannya di sambar oleh buaya berukuran sekitar 4 meter tersebut.
Sementara itu Iyel disambar buaya juga saat turun ke lanting ketika ingin mengambil air wudhu di Sungai Cempaga, Desa Sungai Paring, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur pada Senin, 7 Mei 2021 dini hari
Akibat kejadian itu Iyel hatur alami luka jahit pada bagian kaki kirinha tersebut. Hingga kejadian ini membuat warga makin was-was turun ke lanting.
--page
Kepala Desa Sungai Paring, M Usuf sendiri tidak mengetahui secara persis apa penyebab buaya tersebut sampai mengganas.
"Memang biasaya buaya itu muncul terus di sungai di desa kami," tukasnya. Bahkan menurut warga buaya yang muncul tersebut berukuran cukup besar bahkan ada yang mencapai 4 meter. (NACO/B-6)









