BORNEONEWS, Muara Teweh – Ketua TP PKK Barito Utara, Hj Sri Hidayati Nadalsyah menyambut kedatangan rombongan Ketua TP PKK Balangan, Kalimantan Selatan, Senin 7 Juni 2021.
Selain ketua TP PKK Barito Utara, hadir juga dalam penyambutan rombongan TP PKK Balangan anggota DPRD Barito Utara, Hj Rujana Anggraini, Kadis Ketahanan Pangan dan Perikanan (KPP), Kadis SosPMD, Kadis Pertanian, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DPW), Ketua Persit Kartika Candra Kirana, Ketua Bhayangkari dan undangan lainnya.
Ketua TP PKK Kabupaten Barito Utara, Hj Sri Hidayati mengucapkan selamat datang kepada seluruh rombongan di Bumi Iya Mulik Bengkang Turan. "Saya merasa sangat bangga Ibu Ketua TP PKK Balangan berkenan mengunjungi kami," kata Hj Sri Hidayati, Senin 7 Juni 2021.
Dikatakannya, keadaan administratif Kabupaten Barito Utara terdiri dari 9 (sembilan) kecamatan 93 desa dan 10 kelurahan.
TP PKK Barito Utara bekerjasama dengan Pemkab Barito Utara telah mengadakan berbagai kegiatan berdasarkan program kerja tahunan dan panduan hasil rakernas VIII TP PKK tahun 2021.
--page
TP PKK Barito Utara, katanya, menindaklanjuti arahan Bupati untuk bersama dengan perangkat daerah terkait lainnya dalam mengimplementasikan dan memanfaatkan halaman di sekitar rumah dengan tanaman pangan dan tanaman produktif.
"Apalagi disaat Pandemi COVID-19 yang belum berakhir, sangat diperlukan peran ibu-ibu untuk memaksimalkan pemanfaatan pekarangan dan dikelola sebagai sumber pangan," kata Hj Sri Hidayati.
Menurut Hj Sri Hidayati, pemanfaatan lahan pekarangan, peningkatan gizi keluarga dan peningkatan kesehatan, TP PKK Barito Utara mengajak masyarakat untuk gemar menanam di pekarangan rumah melalui kegiatan Hatinya PKK yang diikuti oleh TP PKK Kecamatan se Barito Utara.
“Karena pekarangan memiliki potensi besar dalam mendukung terwujudnya ketahanan pangan berbasis keluarga, diantaranya yakni dengan memanfaatkan halaman di sekitar rumah dengan menanam berbagai jenis tanaman baik untuk yang dikonsumsi, yang berfungsi sebagai tanaman obat keluarga hingga tanaman hias yang dapat memperindah pekarangan yang pada akhirnya dapat menjadi pekarangan pangan lestari (P2L),” kata Sri Hidayati. (RAMADHANI/B-5)









