BORNEONEWS, Sampit - Bantuan sosial perusahaan yang berinvestasi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dalam penyaluran corporate social responsibiity (CSR) untuk dunia pendidikan dan kesehatan masih minim.
Kondisi ini menjadi perhatian Bupati Kotim Halikinnor, yang berharap agar CSR bisa lebih banyak membantu dunia pendidikan dan kesehatan, serta tidak hanya terfokus di suatu tempat saja penyalurannya.
"Memang selama ini CSR dari perusahaan sudah berjalan, namun belum terkoordinir dengan baik," ujarnya, Selasa, 08 Juni 2021.
Dia mengatakan selama ini perusahaan memang sudah menyalurkan CSRnya, namun rata-rata masih jalan sendiri-sendiri, dan terfokus di satu wilayah saja, sehingga tidak merata ke aerah di Kotim ini.
"Kalau seperti itu, yang sering dapat hanya sekitar daerah perusahaan saja. Sedangkan seperti di daerah Selatan , akan sangat jarang. Karena di sana tidak ada berdiri perusahaan, beda dengan. Di wilayah Utara Kotim," katanya.
--page
Pemerintah daerah sendiri akan berupaya untuk meningkatkan kerjasama dengan perusahaan melalui CSR, terutama dalam peningkatan infrastruktur pendidikan dan kesehatan.
"Bisa saja nanti kota sering dana APBD dengan CSR, sehingga pembangunan di dua bidang ini bisa lebih merata kedepannya," terangnya. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)









