BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Guna memastikan keamanan pangan, berupa sayur dan buah, Dinas Ketahanan Pangan rutin mengambil dan melakukan uji sampel, khususnya pada pangan segar asal tumbuhan (PSAT), yang baru dipanen petani maupun yang dijual di pasar.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Catur Ferianto melalui Kabid Keamanan Pangan, Natalia Saptani, mengatakan uji sampel itu supaya kondisi sayur dan buah diketahui secara pasti sebelum dijual ke masyarakat.
Terlebih melalui kegiatan ini penting dilakukan guna menghindarkan masyarakat mengonsumsi residu pestisida berlebih dari pangan segar asal tumbuhan. Sebab mengonsumsi residu pestisida secara berlebihan dapat mengganggu kesehatan nantinya.
“Cara kita mengambil sampel, misalnya ada informasi panen petani pangan segar asal tumbuhan, maka kami akan datangi untuk mengambil sampel tersebut dan mengujinya menggunakan peralatan yang ada di kantor," kata Natalia, Selasa 8 Juni 2021.
Dengan uji sampel itu akan diketahui ada atau tidaknya kadar residu pestisida pada pangan sehingga nantinya masyarakat akan nyaman mengonsumsinya.
--page
"Kami mengambil sampel diantaranya kebun sayur Kecamatan Selat, kebun sayur di Basarang, lokasi Pasar Sari Mulya, dan pasar Pilau," ucapnya.
Dia menuturkan untuk uji lab tahun 2021 sudah dilaksanakan uji sampel sebanyak 6 sampel sayur. "hasilnya residu pestisida negatif," jelasnya.
Adapun dalam menunjang pemeriksaan sampel pihaknya juga menggunakan rapid sistem cepat dan tahun ini sudah 4 kali uji menggunakan rapid sistem cepat," pungkasnya. (DODI RIZKIANSYAH/B-6)








